- Dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah.
- Larangan total di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.
- Warga di luar zona itu tetap diminta tidak mendekati sempadan sungai 500 meter, karena potensi lahar jika hujan turun.
Cuaca buruk perburuk ancaman
Kabut dan hujan yang sering menutup Semeru membuat jarak luncur awan panas sulit dipantau.
Baca Juga: Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026
Potensi lontaran batu pijar, awan panas guguran, hingga lahar hujan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
PVMBG, BPBD, dan pemerintah daerah mengimbau warga tetap memantau informasi resmi dan mempersiapkan langkah evakuasi jika kondisi berubah.
“Masyarakat, pengunjung, wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak,” tegas Gentur.
Kawasan sekitar Semeru, terutama desa-desa yang berada di jalur aliran, kembali diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat rekam jejak erupsi besar beberapa tahun terakhir.***
Artikel Terkait
Gunung Ruang kembali erupsi, PVMBG naikan level dari siaga ke level awas
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Jasa pendamping diduga agar pendaki tidak nyasar di ladang ganja Semeru, BBTNBTS sebut untuk memberdayakan masyarakat
Viral penemuan ladang ganja di Kawasan Gunung Bromo, ini dampak pada jalur pendakian Bromo dan Semeru
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km