Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 16 Juli 2025 | 17:17 WIB
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun dan Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia
Yanuardi Syukur, Dosen Antropologi Universitas Khairun dan Peneliti Pusat Riset Timur Tengah dan Islam, Universitas Indonesia

Yanuardi menekankan bahwa Iran berhasil memadukan kemajuan teknologi dengan semangat religius.

Baca Juga: Viral selebrasi aura farming, Jens Raven dilarang ulangi aksi oleh pelatih Timnas U-23

Ilmu tidak diposisikan sebagai entitas sekuler, melainkan sebagai jalan untuk mendekat kepada Tuhan.

“Dalam filsafat Islam Iran, ilmu adalah sarana untuk kemaslahatan, bukan sekadar kemajuan material,” jelasnya.

Ia mengutip dua universitas unggulan seperti Sharif University of Technology dan University of Tehran sebagai contoh pusat riset yang berdaya saing global.

Semua pencapaian itu ditopang dengan penghargaan internasional seperti Mustafa Prize, yang disebut sebagai 'Nobel Dunia Islam' karena mendorong sains untuk umat.

Baca Juga: Istana soal Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober: Tak ada unsur cocoklogi dengan ultah Prabowo

Peribahasa yang menggugah: Etika dalam ilmu

Salah satu bagian reflektif yang disampaikan Yanuardi adalah peribahasa Persia:

“A sword in the hands of a drunken slave is less dangerous than science in the hands of the immoral.”

Atau dalam bahasa Indonesia: "Pedang di tangan budak mabuk lebih tidak berbahaya daripada ilmu pengetahuan di tangan orang tak bermoral."

“Peribahasa ini jadi pengingat penting bahwa sains tanpa akhlak justru menjadi sumber kehancuran,” kata Yanuardi.

Baca Juga: Trump puji Prabowo usai kesepakatan penurunan tarif dagang RI-AS: Cerdas dan sangat populer

Ia menekankan pentingnya membangun generasi ilmuwan Muslim yang bukan hanya pintar, tetapi juga saleh dan menjadikan ilmunya sebagai jalan rahmat, bukan malapetaka.

Menutup sekat antara sains dan agama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X