Viral di Indonesia, ternyata pemilik Studio Ghibli merasa terhina dengan tren di ChatGPT

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 7 April 2025 | 02:16 WIB
Hayao Miyazaki kritik keras terhadap tren Studio Ghibli di ChatGPT (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)
Hayao Miyazaki kritik keras terhadap tren Studio Ghibli di ChatGPT (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

GENMILENIAL.ID - OpenAI baru-baru ini merilis fitur generator gambar terbaru di platform ChatGPT-4o yang memungkinkan pengguna membuat gambar bergaya khas Studio Ghibli.

Fitur ini dengan cepat menjadi tren di media sosial, dengan banyak pengguna mengubah swafoto, hewan peliharaan, hingga tokoh politik ke dalam gaya animasi ikonik tersebut.

Namun, tak semua pihak menyambut tren ini dengan antusiasme.

Salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, dikenal sebagai sosok yang menentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni.

Baca Juga: OpenAI terancam berurusan dengan hukum, Ghibli bisa gunakan undang-undang hak cipta AS karena pendirinya tak terima

Miyazaki sejak lama menyuarakan pandangannya yang kritis terhadap AI dalam dunia seni.

Ia berpendapat bahwa meskipun AI mampu meniru bentuk dan gerakan, teknologi ini tidak bisa menangkap esensi emosi manusia yang ada dalam karya seni.

Bagi Miyazaki, seni bukan hanya soal menghasilkan gambar atau animasi yang tampak indah, tetapi juga tentang mencerminkan perasaan dan pengalaman manusia.

"Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini (AI) ke karya-karya saya. Saya pikir teknologi AI ini adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni," ujar Miyazaki dikutip pada Senin, 6 April 2025.

Baca Juga: Harus menempuh 30 jam perjalanan, Surya Sahetapy ternyata sudah ikhlas kalau Ray Sahetapy dimakamkan tanpa menunggu dirinya

Salah satu momen paling terkenal yang menunjukkan sikap keras Miyazaki terhadap AI terjadi pada tahun 2016.

Saat itu, ia menghadiri presentasi dari Dwango Artificial Intelligence Laboratory yang menampilkan animasi makhluk tanpa kepala yang berjalan aneh, hasil algoritma AI.

Alih-alih terkesan, Miyazaki justru merasa terganggu dan menyatakan bahwa para pengembang AI tersebut tidak memahami nilai kehidupan dan seni.

Ia menganggap teknologi seperti ini 'menyedihkan'.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: apnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X