Tren gambar Ghibli yang dihasilkan AI di ChatGPT kembali memunculkan perdebatan tentang hak cipta.
Di Jepang, hukum memperbolehkan karya seni digunakan untuk melatih AI guna mendukung inovasi teknologi.
Namun, banyak ahli hukum berpendapat bahwa jika hasil gambar AI terlalu mirip dengan karya asli yang telah memiliki hak cipta, maka ini bisa dianggap sebagai pelanggaran.
Bagi Miyazaki, tren ini bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga tentang bagaimana AI dapat menggerus nilai seni itu sendiri.
Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun menciptakan animasi penuh jiwa, Miyazaki menegaskan bahwa teknologi seperti AI tidak akan bisa menggantikan kreativitas manusia.***
Artikel Terkait
Kampanye politik tarik perhatian lewat AI, begini yang terjadi di Indonesia dan belahan dunia lain
Mengintip panggung pembuktian AI sebagai ‘Magician’ di dunia teknologi, soca interact season 2 hadirkan 10+ episode secara gratis!
Apa itu AI Meta? fitur canggih yang digandrungi artis buat pamer ketenaran hingga beri keuntungan buat content creator!
Manusia vs teknologi, Wamen Dikti Stella Christie imbau masyarakat pandai manfaatkan AI agar ‘tidak kalah telak’
4 Fakta menohok AS panik lihat AI buatan China DeepSeek guncang pasar global, salah satunya ‘meroket’ dengan modal kecil!
DeepSeek vs ChatGPT, ini plus minus AI asal China versus AS yang bersaing ketat di dunia kecerdasan buatan
Berkembangnya AI, Bill Gates prediksi guru dan dokter akan hilang dalam 10 tahun mendatang