BMKG imbau masyarakat jauhi bantaran sungai dan lereng kalau muncul tanda-tanda Ini, potensi terjadi banjir bandang dan tanah longsor tinggi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 3 Februari 2025 | 02:03 WIB
Ilustrasi foto tanah longsor (Pixabay/Hans)
Ilustrasi foto tanah longsor (Pixabay/Hans)

“Air mulai keruh berarti sudah terjadi erosi di atas, sehingga segera meninggalkan sungai,” imbuhnya.

Air mulai naik

Di fase air sungai mulai terlihat naik, Dwikorita menyarankan untuk secepat mungkin meninggalkan bantaran.

“Kalau air keruh apalagi airnya sedikit naik itu sudah harus secepat mungkin meninggalkan sungai,” tambahnya.

Baca Juga: Bill Gates ungkap tanda-tanda kiamat sudah terlihat, singgung tentang Indonesia, ada apa?

Dwikorita mengatakan kalau BMKG selalu memberikan update mengenai prediksi jam turun hujan hingga seberapa lama waktu hujan turun.

Tanda awal tanah longsor

Dwikorita mengimbau masyarakat untuk menjauh dari daerah rawan longsor saat cuaca sudah mulai mendung.

“Mendungnya semakin gelap bahkan sudah ada gerimis, segera menjauh,” ujarnya.

“Kalau sudah sampai gerimis, itu segera menjauh dari lereng, cari tempat yang datar,” imbuhnya.

Baca Juga: Mengapa tukin dosen ASN 2020-2024 tidak dianggarkan oleh Kementerian? ini penjelasan Kemendikti

Pohon-pohon mulai terlihat miring

Saat berada di lereng dan melihat pohon mulai miring, Dwikorita menyarankan untuk segera menyingkir.

“Kalau pohon-pohon atau tegakan-tegakan di atas lereng terlihat miring condong ke arah bawah lereng, tandanya tanah sudah mulai bergerak,” jelasnya.

Muncul rembesan air dari tanah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X