BMKG imbau masyarakat jauhi bantaran sungai dan lereng kalau muncul tanda-tanda Ini, potensi terjadi banjir bandang dan tanah longsor tinggi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 3 Februari 2025 | 02:03 WIB
Ilustrasi foto tanah longsor (Pixabay/Hans)
Ilustrasi foto tanah longsor (Pixabay/Hans)

GENMILENIAL.ID - BMKG mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube resminya pada Sabtu, 1 Februari 2025 kalau Indonesia saat ini masih berada di puncak musim hujan.

Tingginya curah hujan menjadi penyebab beberapa bencana hidrometeorologi yang akhir-akhir ini terjadi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Karena itu, dalam konferensi pers bersama Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati juga membahas tentang tanda-tanda awal kemungkinan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.

“Seluruh pihak berupaya untuk keselamatan menghindar dari potensi, saat ini kita baru membicarakan potensi agar apabila itu terjadi, jangan sampai ada yang menjadi korban,” kata Dwikorita dalam konferensi pers tersebut.

Baca Juga: BMKG temukan 3 bibit siklon tropis, ajak masyarakat waspada dengan cuaca ekstrem, berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang

Dwikorita mengatakan kalau bantaran sungai menjadi area yang berbahaya saat hujan mulai turun.

Karena itu, tinggal di bantaran sungai sebenarnya tidak aman karena menjadi area paling dekat ketika air sungai meluap saat pertama kali banjir bandang terjadi.

Tanda awal banjir bandang

Air sungai mulai keruh

Selain di bagian hulu atas yang mendung, air sungai terlihat makin keruh adalah tanda banjir mulai terjadi.

“Tanda awal akan banjir bandang itu selain mendung di atas juga kalau aliran sungai itu mulai keruh,”kata Dwikorita.

Baca Juga: Presiden Prabowo yakin Malaysia akan lakukan investigasi terkait penembakan 5 WNI, ungkap sudah dibicarakan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim

Terjadi erosi di hulu sungai

Keruhnya air karena pengaruh erosi yang sudah mulai terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X