6 Mitos tentang rip current, salah satunya tentang cara penyelamatan yang makin membahayakan jika tetap dilakukan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 2 Februari 2025 | 06:59 WIB
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai (Unsplash.com/Anders Marloe)
Foto ilustrasi tanda rip current di pantai (Unsplash.com/Anders Marloe)

Hambatan bawah air seperti itulah yang menghalangi ombak untuk kembali ke laut. 

Baca Juga: Dianggap cacat oleh keluarga sejak dulu, bocah 10 tahun di Nias nyatanya mengaku diinjak pamannya dan dipatahkan tantenya

Tarikan arusnya ke arah laut juga bervariasi, terkadang arus rip berakhir tepat di luar garis pecahnya gelombang.

Namun di lain waktu, arus rip terus mendorong ratusan meter ke lepas pantai.

Ada beberapa mitos tentang rip current yang dipercaya oleh sebagian orang, namun rupanya justru beberapa mitos tersebut membahayakan.

Baik itu terkait sifat rip current, maupun cara penyelamatan yang malah berakibat fatal hingga memungkinkan menambah korban jiwa.

Baca Juga: Satu tersangka ditangkap saat hendak ke Dubai, begini geliat polisi usut tuntas kasus geng rampok Rusia terhadap WNA Ukraina di Bali

1. Rip current membahayakan untuk semua orang

Mitos: Seseorang yang jago renang bisa selamat dari rip current

Fakta: BMKG dan National Oceanic and Atmosphere mengungkapkan jika arus balik rip current ini bahkan membahayakan untuk perenang profesional hingga atlet renang sekalipun

2. Arah terseretnya korban oleh arus rip current

Mitos: Rip current membuat orang tenggelam

Fakta: Arus dari rip current tidak menarik orang ke bawah, tapi membuat orang di atasnya berputar di area rip current atau menjauh dari bibir pantai, melewati ombak yang pecah.

Baca Juga: 5 Fakta terkini geng Rusia diduga culik turis WNA di Bali, salah satunya sempat paksa korban transfer kripto Rp3,4 miliar!

3. Penyelamatan yang salah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X