Beberapa air mineral terpapar bahan kimia abadi, apakah tetap aman dikonsumsi?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 10 Januari 2025 | 22:12 WIB
Ilustrasi air mineral (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi air mineral (Freepik/rawpixel.com)

Penelitian juga menunjukkan bahwa TFA berpotensi beracun bagi reproduksi mamalia dan mungkin dapat merusak organ hati. 

Baca Juga: Sutradara Squid Game 2 blak-blakan alasan memilih T.O.P eks BIGBANG sebagai Thanos meski banjir kritikan

Meskipun dampak kesehatan terhadap manusia masih perlu diteliti lebih lanjut, konsentrasi TFA di lingkungan dilaporkan meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. 

Kini, TFA dapat ditemukan hampir di segala tempat, termasuk dalam air hujan, sungai, tanah, tanaman, makanan, air ledeng, dan bahkan darah manusia. 

Para peneliti berpendapat bahwa peningkatan ini terjadi karena banyak jenis PFAS yang melepaskan TFA sebagai produk degradasinya.

Kekhawatiran terhadap kemurnian air mineral

Air mineral seharusnya dianggap sebagai sumber air yang murni, yang berasal dari air bawah tanah yang terlindungi dari polusi. 

Baca Juga: Baru 72 persen Kabinet Merah Putih yang laporkan LHKPN ke KPK, terbaru Raffi Ahmad yang laporkan kekayaannya

Peneliti menekankan bahwa kemurnian ini adalah persyaratan hukum di Uni Eropa. 

Air mineral yang diproduksi di Eropa tidak boleh mengalami pengolahan selain proses tertentu yang bertujuan untuk menghilangkan komponen tidak stabil atau tidak diinginkan. 

Di Amerika Serikat, air mineral juga harus berasal dari sumber yang diambil dari mata air atau lubang bor yang terjaga secara geologis dan fisik, sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Namun, analisis yang dilakukan oleh PAN Europe menunjukkan bahwa beberapa merek air mineral di Eropa terkontaminasi TFA dengan tingkat yang melebihi batas yang ditetapkan untuk air minum di Uni Eropa. 

Baca Juga: Setelah salju pertama sepanjang sejarah, kini Arab Saudi dihantam banjir bandang, waspada hingga 4 hari ke depan

Bahkan, dalam satu kasus, jumlah TFA ditemukan melebihi batas yang diusulkan untuk total PFAS dalam air minum yang akan berlaku mulai tahun 2026. 

"Kami menyadari bahwa perusahaan air mineral yang terkena dampak mungkin tidak memiliki kemampuan atau memiliki kemampuan terbatas untuk mencegah pencemaran TFA pada sumber air mereka," ungkap PAN Europe.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: thehill.com, Pennlive

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X