Hacker yang melakukan serangan aktif akan berupaya untuk mendapatkan akses ke data sensitif korban untuk merusak dan mengutak-atik data tersebut.
Baca Juga: Mengintip kisah Baim Cilik yang akui hidup susah, 4 artis Indonesia ini alami hal serupa
Serangan pasif yang dilakukan hacker adalah serangan akses ke data sensitif korban seperti private key. Data tersebut tidak akan dirusak, melainkan hanya untuk memperoleh aksesnya.
Berikut ini jenis-jenis crypto attack yang umumnya terjadi dalam kasus peretasan aset di perusahaan kripto:
Jenis-Jenis Crypto Attack
1. Flash Loan Attack
Flash loan attack adalah metode penyerangan yang terjadi di platform DeFi.
Sebagai catatan, flash loan merupakan layanan yang memungkinkan pengguna meminjam dana tanpa memberikan jaminan.
Baca Juga: 4 Masalah penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024, intip perbandingan anggaran dengan PON Papua 2020
Mekanisme flash loan telah diatur melalui smart contract sehingga persyaratan harus terpenuhi terlebih dahulu agar peminjaman berhasil.
Selanjutnya, hacker berusaha memahami cara kerja smart contract dan mencari jalan untuk dapat memanipulasinya.
2. Crypto Jacking
Crypto Jacking adalah serangan menggunakan malware yang secara diam-diam melakukan penambangan crypto di perangkat korban.
Crypto yang berhasil ditambang akan langsung masuk ke wallet peretas.
Metode ini membuat hacker mencuri keuntungan tanpa harus mengeluarkan modal.
Artikel Terkait
Revolusi industri robot, mengubah wajah dunia kerja dan kehidupan sehari-hari
Apakah robot akan mengancam pekerjaan manusia di masa depan?
Apa Itu Omega-3? Inilah segala hal yang perlu Anda ketahui
Miliki banyak manfaat buat kesehatan, ini 7 ikan yang kaya akan kandungan Omega 3
Selain buat bahan makanan pokok, jagung kaya nutrisi dan bermanfaat buat kesehatan, ini kandungan gizi didalamnya!
Sumber pangan kaya akan gizi, ini 7 jenis umbi-umbian yang kian populer
Kampanye politik tarik perhatian lewat AI, begini yang terjadi di Indonesia dan belahan dunia lain