GENMILENIAL.ID - Subang kota kini tengah darurat sampah, setelah penutupan 12 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang kini di pusatkan pada tiga titik TPS, penumpukan sampah pun tidak bisa dihindarkan, TPS tersebut, yakni TPS Pujasera, TPS Terminal dan TPS Jalitri.
Ketiadaan armada, menjadi alasan pihak terkait untuk segera membuang sampah-sampah tersebut agar secepatnya segera bisa dieksekusi dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sampah (FK MPS) pun mengadukan hal tersebut ke Komisi III DPRD Kabupaten Subang pada 14 Juni 2023, terkait penumpukan sampah yang semakin hari semakin menggunung dan menimbulkan bau yang menyengat.
Dari hasil audiensi, Komisi III meminta Dinas LH untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dalam waktu satu minggu.
Hasil pantauan genmilenial.id, ditiga titik tersebut hingga Sabtu 24 Juni 2023, masih banyak tumpukan sampah yang menumpuk baik TPS Terminal Subang, TPS Jalitri dan yang paling parah di TPS Terminal Subang.
Di TPS Terminal Subang, salah seorang warga, yang juga tukang potong ayam, Rahmat mengeluhkan soal bau dan kekhawatiranya soal penumpukan sampah yang terjadi.
"Harusnya sampah dikelola dengan baik, jangan sampai berserakan, kalau udah musim penghujan khawatirnyakan baunya itu," kata Rahmat.
Rahmat juga meminta Pemerintah Daerah Subang untuk segera menyediakan alat berat agar permasalahan sampah yang menumpuk tersebut segera dapat diatasi.
Baca Juga: Semarakan Hari Bhayangkara ke-77, Polres Subang gelar sepeda gembira
"Kekurangan alat, kalau alat tersebut memadai, ya cepet penanggulanganya," ujarnya.
Kata Rahmat, dengan penumpukan sampah semacam tersebut, jangan hanya mengandalkan dari tenaga manusia.
Sementara itu, seorang warga lainya, Dedi Ciong mengatakan bahwa penumpukan sampah yang terjadi di TPS terminal disebabkan TPS sebelumnya yang di Cirangkong sudah ditutup.
"Kendalanya karena TPA yang di Cimanggu, Cirangkong itu sudah gak bisa dibuang kesana, karena masyarakatnya sudah pada demo, airnya sudah pada keluar belatung," ujarnya.