Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan Pertamina dapat menjangkau sawah-sawah di sekitar lokasi, bukan hanya lahan yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengeboran.
Selain pemasangan pompa, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan penampungan air atau reservoir.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan air sehingga pompa tidak harus beroperasi setiap saat.
Usulan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah agar perubahan penggunaan lahan dapat disertai dukungan terhadap produktivitas pertanian di wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Kabut asap masih meluas, mengapa karhutla belum berstatus bencana nasional?
Tanah pengganti disebut berpotensi hasilkan tiga kali lipat
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kang Akur juga menyampaikan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan, tanah pengganti untuk lahan yang dialihfungsikan berpotensi menghasilkan hingga tiga kali lipat dibandingkan lahan yang digunakan untuk pengeboran.
"Berdasar kajian, bisa tiga kali lipat dari tanah yang dijadikan pengeboran," kata Kang Akur.
Meski demikian, potensi tersebut masih merujuk pada hasil kajian yang disampaikan dalam rapat. Realisasi manfaatnya akan bergantung pada pelaksanaan rencana dan pengelolaan lahan pengganti.
Pemerintah Kabupaten Subang menyatakan siap melanjutkan proses pembahasan rencana Pertamina.
Kang Akur menyebut Bupati Subang telah menyiapkan kajian bersama dan perjanjian kerja sama untuk mendukung proses tersebut.
"Kami menunggu hasil ajuan tanah ini. Insha Allah, Bupati sudah menyiapkan kajian bersama dan perjanjian kerja samanya. Subang sudah on progress. Kalau ini makin cepat, hasilnya makin baik, DBH-nya juga makin besar untuk Subang," ujarnya.
Pemkab Subang dorong manfaat Pertamina bagi masyarakat
Kang Akur menegaskan, Pemerintah Kabupaten Subang pada prinsipnya siap merealisasikan rencana Pertamina karena dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi daerah.