"Kami bersama dengan tim dari puskesmas dan juga Labkesda turun melakukan inspeksi sanitasi dan juga mengambil sampel makanan yang disajikan pada hari itu," kata Nilal dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.
Pemeriksaan dilakukan terhadap dua bahan makanan dari menu MBG, yakni tahu dan ayam. Sampel tersebut kemudian diperiksa untuk mengetahui kandungan bahan yang terdapat di dalam makanan.
Sampel tahu menu MBG mengandung boraks
Dari pemeriksaan yang dilakukan, Dinkes Takalar menemukan kandungan boraks pada sampel tahu. Sementara itu, pemeriksaan formalin terhadap bahan makanan tersebut menunjukkan hasil negatif.
Baca Juga: Kemenkes: 40 Ribu balita di wilayah terdampak karhutla terkena ISPA
"Dari sampel makanan itu kami periksa ada 2 bahan yang kami periksa yaitu ada tahu dan ada juga ayam," beber Nilal.
"Pada pemeriksaan itu tahunya mengandung boraks dan juga kami lakukan pemeriksaan terhadap formalin tetapi keduanya negatif," sambungnya.
Temuan kandungan boraks tersebut menjadi perhatian karena sampel tahu merupakan bagian dari menu MBG yang sebelumnya dicicipi oleh sejumlah guru sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
Meski demikian, Dinkes Takalar belum menyatakan bahwa boraks dalam tahu tersebut merupakan penyebab reaksi alergi yang dialami para guru.
Baca Juga: Telisik fenomena daratan baru yang disebut Cucu Krakatau, benarkah itu gunung api anyar?
Guru alami gatal di mulut, penyebab alergi belum dipastikan
Nilal menjelaskan, sejumlah guru memang mengalami reaksi alergi setelah mencicipi makanan.
Namun, pihaknya tidak dapat langsung menyimpulkan sumber reaksi tersebut karena pemeriksaan terhadap korban tidak dilakukan pada saat kejadian.
Menurut Nilal, para guru juga mengonsumsi makanan lain sehingga masih terdapat kemungkinan sumber reaksi alergi berasal dari makanan yang berbeda.
"Jadi mereka itu memang mengalami reaksi alergi, tetapi kita juga tidak bisa menjustifikasi apa penyebab reaksi alerginya karena tidak dilakukan pemeriksaan saat itu," ungkapnya.