"(Lalu mengatakan) 'Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," sambungnya.
Baca Juga: Razia gabungan Lapas Subang, narkoba dan HP nihil, 119 orang negatif tes urine
AS mengaku sempat menolak ajakan tersebut. Namun, temannya merasa tidak enak hati dan akhirnya menyetujui ajakan membuat konten itu.
AS kemudian mengaku berusaha mencegah temannya. Namun, dirinya justru ikut ditarik masuk ke dalam frame kamera.
Diminta pegang ekor boneka
Menurut penuturan AS, instruksi yang diberikan saat proses perekaman kemudian membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Dalam proses pembuatan video, mereka diberi boneka dan diminta melakukan sejumlah gerakan. Salah satunya memegang bagian ekor boneka.
Baca Juga: 179 PNS Subang purna tugas, Kang Rey tegaskan jabatan berakhir, pengabdian tak boleh berhenti
"Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," beber AS.
AS kemudian menceritakan pengalamannya melalui media sosial Threads.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian dan memunculkan pengakuan dari sejumlah perempuan lain yang mengaku mengalami perlakuan serupa.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut kemudian menjadi perhatian hingga akhirnya Polrestabes Surabaya turun tangan melakukan penyelidikan.
Pembuat konten boneka muncul dan minta maaf
Di tengah penyelidikan polisi, kreator konten yang disebut berada di balik pembuatan video boneka tersebut akhirnya memberikan klarifikasi.