GENMILENIAL.ID – Dugaan pelecehan seksual berkedok ajakan membuat konten video boneka di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, tengah menjadi perhatian di media sosial.
Sejumlah perempuan disebut menjadi sasaran dalam aksi yang berlangsung di ruang publik tersebut.
Kasus dugaan pelecehan di Surabaya itu kini ditangani Polrestabes Surabaya untuk dilakukan penyelidikan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika berada di ruang publik dan segera melapor apabila menemukan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual.
Baca Juga: Telisik modus skandal korupsi Bupati Bolmut, diduga patok fee proyek hingga 10 persen
Kasatres PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, meminta masyarakat tidak ragu melapor kepada petugas apabila menemukan hal mencurigakan.
"Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah kepada kekerasan atau pelecehan seksual," kata Melatisari dalam keterangannya, Selasa 22 September 2026.
"Laporkan jika mengetahui hal tersebut," sambungnya.
Korban ceritakan pengalaman di jalan tunjungan
Kasus ini mencuat setelah salah satu korban berinisial AS menceritakan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya melalui media sosial.
Baca Juga: Anggaran cair! Ini update bansos PKH dan BPNT 2026 tahap 3, dari syarat penerima hingga nominalnya
AS mengaku kejadian tersebut berlangsung pada 5 Agustus 2026 sekitar tengah malam. Saat itu, ia bersama temannya sedang berjalan menuju area parkir di kawasan Jalan Tunjungan.
Dalam perjalanan, mereka dihampiri dua pria yang mengajak membuat konten video singkat menggunakan boneka.
"Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama'," kata AS melalui akun media sosialnya, Selasa 22 September 2026.