Baca Juga: DPR RI perkuat sinergi dengan kepala desa, aspirasi desa disalurkan ke pusat
“Tujuh orang ditemukan Senin, 7 September 2026 sore hari. Satu orang ketemu Rabu, 8 September 2026. Sepertinya mereka satu rombongan,” ucap Bambang dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
Medan penuh tebing dan batuan terjal
Satu pendaki bernama Isha sempat tersesat ketika melewati jalur pendakian ilegal tersebut. Kondisi medan yang dilalui diketahui cukup berbahaya karena dipenuhi tebing dan batuan terjal.
Gambaran mengenai kondisi medan tersebut juga terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @dkcbe1.
Dalam video tersebut, salah satu anggota tim pencari memperlihatkan kondisi jalur yang dipenuhi batuan sekaligus medan yang terjal.
Baca Juga: Lewat seni dan budaya, FKUB Subang perkuat kerukunan lintas agama
“Kayak gini kok masih dipengini, kalau hilang gimana? Terjal gini lho. Aku harus kemana ini nyarinya,” ucap pria dalam video tersebut.
Ketua tim pencari pendaki Gunung Semeru Teguh Wiono membenarkan kondisi medan di jalur tersebut.
Menurutnya, keberadaan tebing di sisi jalur membuat proses pencarian menjadi tidak mudah.
“Medannya sangat curam. Tebing di kanan dan kiri menutup pandangan, sehingga sulit melihat dan mendengar keberadaan pendaki lain,” ucap Teguh dalam keterangannya pada Rabu, 9 September 2026.
Baca Juga: Siapa Abdul Hakim Ritonga? Lulusan FH UI yang memulai karier panjang di Kejaksaan pada 1980 silam
Ia juga menjelaskan bahwa tantangan utama di jalur tersebut bukan keberadaan binatang buas, melainkan kondisi medan yang terdiri dari tebing dan batuan terjal.
“Binatang buas tidak ada, tapi medan tebing dan batuan terjal,” imbuhnya.
Pendaki dikenai sanksi blacklist