GENMILENIAL.ID — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026 tidak boleh hanya dimaknai sebagai penyesuaian administratif maupun upaya mengejar penyerapan anggaran.
Hal tersebut disampaikan Reynaldy saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang, Rabu, 9 September 2026.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan fiskal menjadi perhatian, mulai dari peningkatan belanja barang dan jasa, perubahan pembiayaan daerah, penurunan opsen pajak, hingga upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: DPRD Subang soroti aset daerah belum optimal, Pasar Pamanukan hingga tanah PTC jadi perhatian
Bupati Subang dorong peningkatan PAD
Menjawab pandangan Fraksi Golkar, Reynaldy mengatakan Pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya meningkatkan PAD sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pendataan dan pemutakhiran objek pajak serta retribusi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan dan pembayaran, penguatan pengawasan, hingga optimalisasi potensi pendapatan daerah.
Pemanfaatan aset daerah secara produktif juga menjadi salah satu langkah yang disebut pemerintah daerah untuk memperkuat pendapatan.
"Peningkatan PAD dilakukan melalui optimalisasi pendataan dan pemutakhiran objek pajak dan retribusi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan dan pembayaran, penguatan pengawasan, serta optimalisasi potensi pendapatan daerah, termasuk pemanfaatan aset daerah secara produktif," kata Reynaldy dalam penyampaian jawabannya pada Rabu, 9 September 2026.
Belanja barang dan jasa naik 15,79 persen
Dalam pembahasan perubahan APBD 2026, belanja barang dan jasa juga menjadi perhatian. Anggarannya meningkat dari Rp718,277 miliar menjadi Rp831,659 miliar atau naik sekitar 15,79 persen.
Menanggapi hal tersebut, Reynaldy menegaskan bahwa peningkatan anggaran belanja harus tetap mengacu pada kebutuhan dan target kinerja.
Baca Juga: Kronologi 5 jurnalis hilang kontak di Perairan Selat Sunda, bermula saat berangkat naik speedboat