Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial setelah rekaman kondisi darurat di lingkungan SMAN 1 Tunjungan beredar dan menimbulkan kecemasan warganet.
Baca Juga: Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah
Siswa alami mual, mulas hingga diare
Salah seorang siswa berinisial SE turut mengalami sejumlah keluhan kesehatan dalam insiden tersebut. Ia mengaku merasakan mual, mulas, dan pusing.
Menurut SE, diare sudah dialaminya sejak dini hari, sedangkan rasa pusing baru muncul ketika dirinya berangkat ke sekolah.
"Pusingnya baru tadi saat berangkat sekolah. Kalau diarenya malam, sekitar 02.30 WIB sampai 04.30 WIB," terang SE di lokasi pada Rabu, 9 September 2026.
SE kemudian ditanya mengenai makanan terakhir yang dikonsumsinya sebelum mengalami sejumlah keluhan tersebut.
Ia mengatakan tidak mengonsumsi makanan pada malam hari. Menurut pengakuannya, makanan terakhir yang dikonsumsi adalah menu MBG yang dibagikan di sekolah pada Senin.
"Semalam saya tidak makan. Makan terakhir ya makan MBG," jelasnya.
Penyebab gangguan kesehatan masih diusut
Meski sejumlah siswa mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi MBG, pihak sekolah belum dapat memastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh makanan yang diduga basi atau kedaluwarsa.
Penyebab munculnya gangguan kesehatan terhadap para siswa dan guru masih dalam proses pemeriksaan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blora melakukan penelusuran terhadap menu makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.