Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kaitan antara makanan MBG dengan keluhan kesehatan yang dialami para korban.
Pihak sekolah juga masih menunggu hasil penelusuran mengenai penyebab insiden tersebut.
Dengan demikian, dugaan bahwa menu MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan belum dapat dipastikan.
Siswa terus mendapat penanganan
Sementara proses pemeriksaan berlangsung, para siswa yang mengalami keluhan kesehatan terus mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan di wilayah setempat.
Sebelumnya, enam siswa disebut harus dibawa menggunakan ambulans menuju puskesmas karena kondisi mereka cukup lemah.
Di sisi lain, pengelola program MBG bersama pihak sekolah masih melakukan penelusuran terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Dramatis! Masinis KRL di Tanah Abang berhasil tarik rem darurat usai lihat pria lompat ke rel
Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan secara massal di SMAN 1 Tunjungan.
Hingga Rabu, 9 September 2026, penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami 137 orang tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak terkait.***
Artikel Terkait
334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh
Dirawat di 3 rumah sakit, 136 siswa SMP di Makale Tana Toraja diduga keracunan MBG
Kepala SMAN 1 Lasem Rembang ceritakan situasi genting saat ratusan siswa diare diduga imbas MBG basi
BGN tak membantah MBG sempat disalurkan saat sekolah libur dampak karhutla: Dapur sudah persiapan, harus dimasak dan diambil
Viral cerita supplier yang digaet dapur MBG: Dari permintaan bahan baku tak penuhi standar hingga permainan harga
RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah