Fatur juga mengungkapkan dirinya sempat dipaksa untuk mengaku sebagai provokator dalam kericuhan tersebut.
Menurut Fatur, saat dirinya ditarik keluar dari gang, beberapa orang lain kemudian menghampiri dan melakukan pemukulan.
Baca Juga: Telisik kasus karhutla yang landa riau, picu dugaan kesengajaan oknum untuk buka lahan hortikultura
Ia menyebut tindakan tersebut terjadi setelah dirinya dibawa secara paksa dari area tempat tinggalnya.
“Ada paksaan untuk mengaku. Pas ditarik, langsung ditarik aja keluar dari gang. Terus disamperin sama temen-temennya, dipukulin saya,” ungkap Fatur.
Fatur mengaku sudah berusaha menjelaskan kepada kelompok tersebut bahwa dirinya merupakan warga setempat. Namun, penjelasan itu disebut tidak dipercaya sehingga ia tetap dibawa keluar dari gang.
“Saya sudah ngaku, sudah ngomong ‘Saya warga sini’, tapi nggak percaya, yaudah saya dibawa keluar,” sambungnya.
Baca Juga: Terjadi kebakaran di Gunung Semeru, Ranu Kumbolo diselimuti kabut asap tebal
Selain mengaku dipaksa memberikan pengakuan sebagai provokator, Fatur juga menyebut dirinya mengalami pemukulan.
Ia mengatakan sejumlah bagian tubuhnya terkena pukulan, mulai dari dada, punggung hingga kepala.
Menurut Fatur, pemukulan dilakukan menggunakan tangan kosong serta benda yang disebutnya menyerupai penggaris.
“Ada (pemukulan), di bagian dada, punggung, terus kepala. Pakai tangan kosong sama alat kayak penggaris gitu,” tuturnya.
Polisi sebut Fatur diamankan karena diduga lempar batu
Sementara itu, keterangan Fatur mengenai kejadian tersebut berbeda dengan penjelasan pihak kepolisian terkait alasan dirinya diamankan.