Peristiwa nahas terjadi ketika korban dan rekannya mulai turun dari kawasan Puncak Sejati pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut keterangan BPBD Temanggung, korban dan rekannya mengambil jalur yang berbeda di sekitar area bawah Puncak Sejati.
Kondisi tersebut membuat korban akhirnya terpisah dari rombongan.
“Dalam perjalanan turun pada Sabtu, 22 Agustus 2026, korban terpisah dari rekannya setelah mengambil jalur yang berbeda di sekitar area bawah Puncak Sejati,” terang Totok.
Rekan korban kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pihak Basecamp Banaran. Laporan dilakukan setelah korban tidak kunjung kembali ke basecamp hingga Sabtu malam.
Baca Juga: Kinerja air bersih diakui nasional, Perumda Tirta Rangga Subang raih TOP BUMD 2026
Pihak basecamp selanjutnya berkoordinasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di kawasan Gunung Sumbing untuk mencari keberadaan korban.
Ditemukan tewas di jurang sedalam sekitar 150 meter
Pencarian terhadap korban berlanjut hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pagi. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban di kawasan jurang sekitar Puncak Sejati.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada di jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter.
Baca Juga: Bukan di kantor, Kang Rey duduk di tengah warga Bobos, ikut makan bersama usai jalan diperbaiki
“Pukul 13.20 WIB, korban ditemukan di jurang sekitar Puncak Sejati dengan kedalaman sekitar 150 meter dalam kondisi meninggal dunia (MD),” tulis keterangan BPBD Temanggung, dikutip pada Senin, 24 Agustus 2026.
Tim SAR kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban. Setelah berhasil dievakuasi, korban tiba di Basecamp Banaran sekitar pukul 13.40 WIB.