news

Pasar Sungai Duri di Kalbar luluh lantak imbas kebakaran, api diduga berasal dari tengah-tengah deretan ruko

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:37 WIB
Menyoroti insiden kebakaran besar yang melanda kawasan Pasar Sungai Duri di Kalimantan Barat, pada Kamis, 20 Agustus 2026 malam (Instagram.com/@paltiwest)

Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Heriyanto menyebut informasi awal dari masyarakat menyebut api pertama kali terlihat dari salah satu ruko.

Baca Juga: Jumat Curhat dan Jumat Berkah Polsek Cibogo, polisi buka ruang dialog bersama warga

Lokasi ruko tersebut diduga berada di bagian tengah deretan bangunan yang terbakar.

Kendati demikian, titik awal api maupun penyebab kebakaran masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

"Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya," ungkap Heriyanto.

Kobaran api dengan cepat meluas lantaran bangunan pertokoan di kawasan tersebut berdiri saling berdekatan.

Baca Juga: Gerakan Langit Biru Demokrat tanam pohon di Situ Sukamelang, soroti kelestarian lingkungan

Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan armada dalam jumlah besar.

60 Mobil Damkar dikerahkan

Sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran Pasar Sungai Duri. Bantuan armada datang dari sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Heriyanto menyebut sejumlah daerah yang mengirimkan bantuan antara lain Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu hingga wilayah Pontianak.

"Tim pemadam kurang lebih ada 60 unit. Mulai dari Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, kemudian dari arah Pontianak juga hadir," sebut Heriyanto.

Baca Juga: Jalan rusak dan sekolah reyot jadi perhatian, Kang Rey pasang target 2027

Bantuan juga datang dari wilayah Pinyoh, Peniti, Segedong, Purun dan Mempawah.

Pengerahan puluhan armada tersebut dilakukan untuk mengendalikan api yang melanda kawasan pertokoan. Selain bangunan yang berdempetan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran api dapat menjalar lebih luas menuju area permukiman warga.

Halaman:

Tags

Terkini