GENMILENIAL.ID — Kisah seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang kesulitan mendapatkan beasiswa BeSMART menjadi perhatian setelah persoalan data desil yang tercatat pada sistem berbeda dengan data Kementerian Sosial (Kemensos).
Mahasiswi semester 3 bernama Diandrea Fristi Esfandiari Zulkarnain atau Drea itu mengungkapkan dirinya terancam kesulitan melanjutkan kuliah karena kendala tersebut.
Padahal, Drea menyebut persyaratan akademiknya terpenuhi. Namun, ketika melakukan pengecekan pada laman resmi BeSMART, dirinya tercatat berada dalam kelompok desil 6-10 yang menjadi kendala dalam proses pendaftaran beasiswa.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, yang menemui Drea untuk mendengarkan langsung permasalahan yang dialaminya.
Desil di Cek Bansos berbeda dengan BeSMART
Kepada Armuji, Drea menceritakan awal mula dirinya mencari beasiswa BeSMART setelah tidak dapat menerima KIP-K secara mandiri dari Unesa.
Drea mengatakan dirinya memiliki prestasi akademik yang cukup baik. Pada semester pertama, ia mengaku memperoleh IPK 4. Namun, ketika mencoba mendaftar beasiswa, dirinya belum berhasil mendapatkannya.
“Awalnya KIP-K Unesa tidak bisa menerima mandiri, jadi akhirnya saya cari beasiswa BeSMART tersebut. Pada saat semester 1, Alhamdulillah IPK saya 4, saya berharap saya keterima (beasiswa), tapi ternyata enggak,” ujar Drea dalam video yang diunggah Armuji melalui akun Instagram @cakj1, dikutip pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Drea kemudian kembali mencoba mendaftar beasiswa pada semester berikutnya. Saat itu, IPK-nya tercatat 3,95.
Sebelum mendaftar, ia melakukan pengecekan data melalui Cek Bansos dan mendapati dirinya berada di desil 2. Data tersebut menurutnya sesuai dengan persyaratan beasiswa yang akan diajukan.
“Terus saya daftar lagi yang di semester 2, tapi IPK saya turun jadi 3,95. Itu kan ada desilnya Pak, saya cek dulu di Cek Bansos karena ada postingannya Bu Meme suruh cek dulu, saya cek, desil saya 2, sesuai syarat,” lanjutnya.
Namun, ketika data tersebut dimasukkan ke laman BeSMART, Drea justru menemukan keterangan berbeda.