news

Viral karena komentar soal pasien BPJS, RSUP Persahabatan bantah dokter Tamara Jasmine salah satu nakesnya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:33 WIB
Nama Dokter Tamara Jasmine menjadi salah satu nakes yang jadi sorotan utas viral terkait BPJS Kesehatan di Threads (Threads/reynaldoaritonang96)

Baca Juga: Tak ditemukan lagi, lokasi diduga edar obat terlarang di Pagaden sudah dibongkar

“Segala pernyataan maupun opini yang disampaikan melalui akun media sosial pribadi merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili sikap resmi rumah sakit,” lanjut pernyataan tersebut.

RS Pusri: Pegawai baru dan akan disanksi

Di sisi lain, RS Pusri Palembang mengonfirmasi bahwa dokter Tamara Jasmine memang merupakan bagian dari tenaga medis di rumah sakit tersebut. Namun, statusnya masih sebagai pegawai baru yang mulai bekerja sejak Mei 2026.

“Sebagai informasi, yang bersangkutan merupakan dokter baru di RS Pusri per Mei 2026,” tulis pihak RS Pusri dalam keterangannya, Kamis 6 Agustus 2026. 

Baca Juga: DPRD Subang sahkan perubahan KUA-PPAS 2026, dinamika pembahasan disorot sebagai kunci pembangunan

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan di media sosial adalah pendapat pribadi yang tidak berkaitan dengan pelayanan rumah sakit.

Lebih lanjut, RS Pusri menyatakan telah mengambil langkah internal dengan memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi dan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kronologi viral dan respons nakes

Utas yang diunggah Yurizal pada 22 Juli 2026 awalnya hanya berisi keluhan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam.

Namun, unggahan tersebut berkembang menjadi perdebatan setelah muncul berbagai komentar dari sejumlah tenaga kesehatan yang dianggap tidak sensitif.

Baca Juga: Beredar video kepanikan pekerja di atas gedung kawasan Menteng yang terbakar, ternyata begini kronologinya

Beberapa komentar bahkan dinilai menyakitkan, termasuk candaan yang tidak pantas terkait kondisi pasien.

Situasi semakin memanas ketika muncul klaim dari akun yang mengaku sebagai kerabat Yurizal yang menyebut bahwa yang bersangkutan meninggal dunia setelah menunggu pelayanan.

Setelah polemik tersebut viral, sejumlah tenaga kesehatan yang terlibat mulai menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Halaman:

Tags

Terkini