Baca Juga: Viral cekcok penjahit dan pelanggan di Bali, lontarkan dugaan rasisme hingga pengancaman
Tegaskan tak kenal sosok yang menyebut namanya
Gus Miftah juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal Dheky Martin, sosok mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek DJKA yang disebut-sebut dalam persidangan dan mengaitkan namanya.
Ia bahkan sempat memastikan kepada orang-orang terdekatnya apakah pernah ada sosok tersebut datang ke kediamannya.
“Aku tanya di rumah, ada tamu namanya Dheky Martin atau tidak, dan tidak ada yang tahu,” katanya.
Menurutnya, tudingan tersebut menjadi janggal karena dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan proyek yang dimaksud.
“Kalau saat itu saya dikasih uang Rp100 juta dalam kapasitas apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah,” tegasnya.
Siap kembalikan jika terbukti
Meski membantah menerima uang tersebut, Gus Miftah menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan uang Rp100 juta jika memang terbukti pernah menerima, meskipun ia tidak mengingatnya.
“Kalau seandainya pernah ada dan saya lupa, hari ini Rp100 juta pun saya kembalikan,” ujarnya.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa sejauh yang ia ingat, dirinya tidak pernah menerima aliran dana dari pihak terkait.
Baca Juga: Pertama kali ke Subang, wisatawan Jakarta terkesan udara sejuk dan alam asri Ciater
Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak ingin keluarganya maupun para jemaah mengonsumsi sesuatu yang berasal dari sumber yang tidak jelas atau tidak halal.
“Saya tidak mau kalian makan itu tercampur dengan uang haram,” tandasnya.