GENMILENIAL.ID - Ancaman gagal panen mulai menghantui para petani di Kabupaten Subang seiring meluasnya krisis air yang menyebabkan ratusan hektare sawah mengering.
Tanaman padi yang sebagian besar baru berumur kurang dari dua bulan kini berada dalam kondisi rentan mati akibat tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Kekeringan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan telah meluas ke sejumlah daerah sentra pertanian.
Mulai dari kawasan Pantura seperti Ciasem, Sukasari, dan Pusakanagara, hingga wilayah tengah seperti Cipunagara, Cibogo, dan Pagaden, petani menghadapi situasi serupa: sawah kering dan irigasi yang tidak mengalir.
Baca Juga: Layanan darurat 110 Polri viral di media sosial, warganet keluhkan respons lamban petugas
Kekeringan meluas, ratusan hektare sawah terdampak
Di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, puluhan hektare sawah dilaporkan mulai mengering.
Tanaman padi yang sebelumnya tumbuh normal kini terancam layu akibat minimnya suplai air.
Sementara itu, di Desa Sumurgintung, Kecamatan Pagaden Barat, kondisi lebih parah terjadi. Sekitar 260 hektare sawah terdampak kekeringan akibat saluran irigasi yang tidak lagi berfungsi.
Meluasnya kekeringan ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam distribusi air, yang seharusnya menjadi penopang utama sektor pertanian di Subang.
Baca Juga: Ribuan warga Subang terancam menganggur, APER gelar istigosah desak program MBG dilanjutkan
Petani kebingungan, sumber air tak lagi cukup
Karwito, petani asal Desa Manyingsal, mengaku kondisi ini membuat petani berada dalam situasi sulit. Tanaman padi yang sudah memasuki fase pertumbuhan kini terancam gagal panen.
“Tanaman padi sudah besar. Kalau kekeringan seperti ini terus terjadi, kami sangat khawatir gagal panen,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.