Menurutnya, kedekatan media lokal dengan audiens di daerah membuat penyampaian informasi menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia menyebutkan, jumlah media lokal di Indonesia yang mencapai puluhan ribu merupakan kekuatan besar yang perlu dilibatkan dalam ekosistem komunikasi publik nasional.
“Media lokal memiliki kedekatan dengan masyarakat. Ini menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan program pemerintah,” jelas Agus.
Promedia sendiri terus memperkuat jaringan melalui kolaborasi dengan berbagai media daerah serta organisasi seperti Jaringan Pemimpin Redaksi (JPP).
Dorong ekosistem digital dan literasi publik
Selain media konvensional, Promedia juga fokus mengembangkan distribusi konten melalui platform digital.
Agus mengungkapkan bahwa media sosial kini menjadi kanal utama dalam menjangkau generasi muda.
Baca Juga: Ahli toksinologi ungkap detik-detik dokter Icha ditelepon berulang kali: Saya dibentak-bentak
Ia mencontohkan, konten Promedia di platform TikTok telah mencapai hingga 2,5 miliar tayangan setiap bulan.
Angka ini menunjukkan besarnya potensi media digital dalam menyampaikan informasi secara cepat dan luas.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan media lokal dapat menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan literasi publik serta menangkal penyebaran informasi yang tidak akurat.
Audiensi ini pun diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Bakom RI dan Promedia Group dalam membangun komunikasi publik yang lebih kuat, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.***