Namun, keputusan untuk tidak memberikan antibisa memicu ketidakpuasan dari pihak keluarga.
Situasi tersebut diduga berkembang menjadi tindakan intimidasi yang membuat dokter Icha mengalami tekanan psikologis.
Beberapa hari setelah kejadian itu, dokter Icha ditemukan meninggal dunia di kediamannya di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kasus jadi sorotan nasional
Kasus ini kini menjadi perhatian luas, tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga aparat penegak hukum dan Kementerian Kesehatan.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha.
Peristiwa ini juga memicu diskusi publik mengenai perlindungan tenaga medis saat menjalankan tugas, terutama dalam situasi darurat yang melibatkan tekanan dari pihak luar.***