“Korelasi kegiatan ini dengan pertahanan negara terletak pada peran strategis KDKMP/KNMP dalam memperkuat ekonomi rakyat,” imbuhnya.
Baca Juga: Subang Fest Vol.12 dongkrak ekonomi kreatif dan pariwisata Ciater
Berbeda dengan pendidikan militer
Ketut juga menegaskan bahwa metode pelatihan SPPI telah disusun secara khusus dan tidak disamakan dengan pendidikan militer bagi prajurit.
“Penyelenggaraan latihan ini memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama pelatihan bukan pada kemampuan fisik, melainkan aspek mental dan kepemimpinan.
“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, tetapi pada pembentukan mental, karakter, daya juang, dan kemampuan memecahkan masalah,” jelasnya.
5 Peserta SPPI meninggal dunia
Di sisi lain, Kemhan juga mengonfirmasi adanya lima peserta SPPI yang meninggal dunia, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, kelima peserta mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum meninggal dunia.
Penyebab kematian pun beragam, mulai dari henti jantung hingga tuberkulosis.
Kemhan memastikan seluruh peserta telah mendapatkan perawatan sesuai prosedur medis yang berlaku.***