Namun, rencana tersebut tidak mendapat izin dari pihak kampus. Ketika mahasiswa mencoba membentangkan spanduk di area selasar, perdebatan pun terjadi.
Mahasiswa menyebut pihak kampus tidak memberikan penjelasan yang memadai terkait pelarangan tersebut.
Setelah tidak diizinkan melakukan aksi di sekitar rektorat, massa akhirnya memindahkan kegiatan ke depan gerbang utama kampus.
Di lokasi tersebut, mereka tetap melaksanakan aksi berupa teatrikal, orasi, dan pembacaan puisi.
Pihak kampus belum beri klarifikasi
Sebelumnya, Rektor UNY Sumaryanto sempat menyatakan kesiapan kampus untuk mengelola program SPPG jika mendapat amanah dari pemerintah.
Namun hingga berita ini ditulis, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya video perdebatan antara wakil rektor dan mahasiswa tersebut.
Peristiwa ini pun memicu perhatian publik, terutama terkait ruang kebebasan berekspresi mahasiswa di lingkungan kampus.***