Baca Juga: Dua modus curanmor terbongkar di Subang, dari rusak kunci hingga duplikasi, 4 pelaku diamankan
“Saya yang enggak tega jualnya kalau gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh, saya belum bisa kalau begitu,” jawab penjual.
Mengaku sudah melapor
Setelah unggahannya viral dan mendapat lebih dari 29 ribu tanda suka, pengunggah menyampaikan bahwa dirinya belum dapat membuka identitas SPPG yang dimaksud.
Ia juga menegaskan bahwa dugaan tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang dan saat ini menunggu proses lebih lanjut.
“Maaf ya aku belum bisa spill SPPG-nya. Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja,” tulisnya.
Baca Juga: Kode ‘malaikat’, ‘konser’ hingga ‘ACC klik’ terungkap di kasus pemerasan izin tinggal WNA
Pengalaman serupa dari warganet
Di kolom komentar, sejumlah warganet turut membagikan pengalaman serupa.
Mereka mengaku pernah mendapat permintaan untuk menurunkan harga produk, namun diminta tetap mencantumkan harga lebih tinggi dalam dokumen.
“Saya pernah diminta untuk si menu MBG tiap mingguan, harga produkku Rp20.000, dia minta harga Rp5.000,” tulis akun @mypiamoepalu.
Pengguna lain juga menyampaikan hal serupa, bahkan ada yang memilih menolak kerja sama karena khawatir berdampak pada kualitas produk dan reputasi usaha.
Baca Juga: Kekayaan Rp234,59 miliar milik Silmy Karim jadi sorotan usai terseret kasus pemerasan
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai unggahan yang viral tersebut.
Publik pun menantikan klarifikasi serta tindak lanjut dari aparat berwenang terkait dugaan praktik dalam program MBG tersebut.***