Pasca kebakaran, warga yang terdampak terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Mereka saat ini dilaporkan berada di Masjid Al Ittihadiyah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sejumlah kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat istirahat menjadi prioritas penanganan bagi para pengungsi.
Baca Juga: Di pelosok Cupunagara, Kang Rey temui warga yang hidup di tengah ancaman tanah bergerak
Situasi di lokasi pengungsian tampak dipenuhi warga yang masih berupaya menenangkan diri setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Kesaksian warga: Api cepat membesar
Salah satu warga yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa api mulai terlihat sekitar tengah malam dan dengan cepat membesar.
“Perkiraan terjadi sekitar jam 12 malam sudah merah, api sudah menjalar,” ujarnya.
Warga tersebut juga menyebut bahwa titik awal kebakaran diduga berasal dari bangunan kos yang berada di bagian belakang permukiman.
“Di belakang, bangunan kos saja tuh dia (titik api). Setengah satuan api sudah mulai gede,” lanjutnya.
Cepatnya penyebaran api diduga dipicu oleh kondisi bangunan yang saling berhimpitan, sehingga memudahkan api merambat ke rumah-rumah lain dalam waktu singkat.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di Jakarta terhadap risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan jarak antarbangunan yang sangat dekat.***