Pasca kebakaran, warga yang terdampak terpaksa mengungsi untuk sementara waktu. Mereka saat ini dilaporkan berada di Masjid Al Ittihadiyah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sejumlah kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat istirahat menjadi prioritas penanganan bagi para pengungsi.
Baca Juga: Di pelosok Cupunagara, Kang Rey temui warga yang hidup di tengah ancaman tanah bergerak
Situasi di lokasi pengungsian tampak dipenuhi warga yang masih berupaya menenangkan diri setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
Kesaksian warga: Api cepat membesar
Salah satu warga yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa api mulai terlihat sekitar tengah malam dan dengan cepat membesar.
“Perkiraan terjadi sekitar jam 12 malam sudah merah, api sudah menjalar,” ujarnya.
Warga tersebut juga menyebut bahwa titik awal kebakaran diduga berasal dari bangunan kos yang berada di bagian belakang permukiman.
“Di belakang, bangunan kos saja tuh dia (titik api). Setengah satuan api sudah mulai gede,” lanjutnya.
Cepatnya penyebaran api diduga dipicu oleh kondisi bangunan yang saling berhimpitan, sehingga memudahkan api merambat ke rumah-rumah lain dalam waktu singkat.
Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di Jakarta terhadap risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan jarak antarbangunan yang sangat dekat.***
Artikel Terkait
Kronologi kebakaran di pabrik ban Purworejo, titik api diduga dari area parkiran sepeda motor pada lantai 2
Kesaksian sekuriti PT Arami Jaya di Purworejo usai insiden kebakaran: Karyawan teriak-teriak ada asap dari parkiran atas
Kronologi insiden kebakaran di RSUD Dr Soetomo Surabaya, diduga dari korsleting listrik ruang farmasi lantai 5
Respons manajemen RSUD Dr Soetomo usai insiden kebakaran di lantai 5 gedung PPJT, pastikan pasien meninggal bukan karena asap
Kebakaran besar di Kantor Bupati Bulungan Kaltara, ruang Bupati hingga Sekda hangus dilalap api
Kebakaran hebat Kemayoran hanguskan 250 rumah, 330 KK terdampak dan mengungsi
Kebakaran Kemayoran sisakan duka, 620 jiwa kehilangan rumah di kawasan rawan api