Dasco bahkan berharap pergantian ini justru mampu meningkatkan kualitas layanan, terutama untuk menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga: Kepala sekolah di Subang soroti tantangan pendidikan, tekankan peran orang tua di era digital
“Pergantian ini tidak akan memengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini. Justru kami berharap pelayanan, terutama ke daerah 3T, bisa semakin optimal,” ujarnya.
Evaluasi dipicu koordinasi yang dinilai kurang
Dasco juga mengamini bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan bagian dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk aspek tata kelola dan koordinasi lintas kementerian.
Menurutnya, dari penjelasan pemerintah, terdapat sejumlah catatan yang menjadi dasar evaluasi, salah satunya terkait kerja sama antar lembaga yang dinilai belum optimal.
“Dari penjelasan Menteri Sekretaris Negara, ada evaluasi terkait tata kelola dan kerja sama lintas kementerian yang dirasa perlu diperbaiki,” jelasnya.
Baca Juga: Kang Rey ajak generasi muda jadikan Pancasila ideologi hidup, bukan hafalan
Meski demikian, Dasco enggan merinci lebih jauh terkait poin-poin evaluasi tersebut dan menyerahkan penjelasan detail kepada pihak pemerintah.
Susunan baru pimpinan BGN
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Dalam keputusan tersebut, Nanik S. Deyang ditunjuk sebagai kepala yang baru.
Adapun susunan pimpinan terbaru BGN adalah sebagai berikut: Kepala BGN: Nanik S. Deyang
Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI (Purn) Trenggono
Pergantian ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.***