Baca Juga: Curhat pengguna BYD Sealion 7 viral, keluhkan shockbreaker patah dan rasa aman menurun
Ayuni keberatan dan minta karya ditarik
Di sisi lain, Ayuni Kemala Safira telah lebih dulu menyampaikan klarifikasi dan menyatakan keberatan atas pencatutan namanya.
Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam proses riset, publikasi, maupun presentasi dari karya-karya yang beredar.
“Saya merasa perlu menyampaikan hal ini karena dalam beberapa waktu terakhir nama saya dikaitkan dengan berbagai karya tersebut, padahal saya tidak pernah terlibat dalam proses pengerjaan riset, pengiriman, publikasi, maupun presentasi,” tulis Ayuni.
Ia juga mengungkapkan bahwa pencantuman namanya dilakukan tanpa izin, termasuk afiliasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sebagai tindak lanjut, Ayuni meminta Prihantini dan timnya segera menarik seluruh karya yang mencatut namanya.
“Saya menuntut saudari Prihantini beserta timnya untuk segera mengambil langkah nyata dengan menghubungi pihak-pihak terkait untuk menarik seluruh hasil karya,” tegasnya.
Pertimbangkan jalur hukum
Ayuni juga menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila masih ditemukan penggunaan namanya secara tidak sah di kemudian hari.
Baca Juga: Blokade dicabut, dunia masih menahan napas di tengah ketegangan AS-Iran
Ia mengaku telah menemukan setidaknya 19 karya berupa abstrak dan poster yang mencantumkan namanya tanpa izin.
Kronologi kasus terbongkar
Kasus ini mencuat setelah dua periset Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat, mengungkap dugaan pemalsuan riset dan identitas.