GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan pemalsuan riset yang melibatkan Rifaldy Fajar, Prihantini, dan rekan-rekannya masih terus menjadi sorotan publik.
Terbaru, beredar sebuah video di media sosial yang diduga menampilkan Prihantini menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf terkait pencatutan nama dalam riset.
Dalam video tersebut, seorang perempuan yang mengaku sebagai Prihantini menyampaikan permohonan maaf kepada Ayuni Kemala Safira.
Namun, wajah perempuan itu tampak disensor pada bagian mata sehingga tidak terlihat secara utuh.
Baca Juga: Cerita jemaah umrah Hanania Travel, diminta pelunasan seminggu setelah bayar DP: Kayak dikejar utang
Akui pencatutan nama, tegaskan tak ada keterlibatan
Dalam pernyataannya, perempuan tersebut menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta menegaskan bahwa Ayuni tidak terlibat dalam penelitian yang beredar.
“Saya Prihantini, dengan segala kerendahan hati mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dari semua yang tersebar di media sosial saat ini,” ucapnya dalam video yang diunggah akun Threads @mamatsedunia, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh karya yang beredar tidak melibatkan Ayuni Kemala Safira dalam proses apa pun.
Baca Juga: Kasus Hanania Travel: Penipuan umrah Rp12 miliar, gagal berangkatkan ratusan jemaah sesuai jadwal
“Atas nama Ayuni Kemala Safira, teman saya, tidak terlibat apa pun dalam permasalahan, baik itu karya, abstract, atau poster yang beredar saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa pencatutan nama tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh dirinya bersama tim.
“Atas nama Ayuni Kemala, tidak ada sangkut paut maupun tahu-menahu dengan karya ini dan semua yang tersebar di sosial, termasuk dengan institusi yang tercantum,” tambahnya.
Video tersebut terpotong saat bagian permintaan maaf terkait pencatutan nama institusi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral, dorong hilirisasi berbasis riset
DPRD Subang sahkan perubahan perangkat daerah, Kang Rey soroti pentingnya riset dan layanan pemadam mandiri
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Diduga riset bodong di ISPPD 2026, periset RI ungkap dampaknya: Memalukan dan rugikan yang lain
Viral dugaan penipuan riset di konferensi internasional, bagaimana bisa lolos seleksi?
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Menyoroti heboh dugaan pemalsuan riset di konferensi ilmiah internasional, UNY dan ITB buka suara soal status Prihantini