Dugaan tersebut terkuak dalam ajang International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark pada 17–21 Mei 2026.
Baca Juga: ESAI: Sertifikasi bagi tenaga kependidikan dan guru Al-Qur’an
Rifaldy Fajar sebelumnya juga telah memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa konferensi tersebut hanya dihadiri oleh Prihantini.
Ia turut mengakui adanya pencatutan nama sejumlah universitas tanpa izin serta menegaskan tidak ada keterkaitan resmi dengan partisipasi dalam konferensi tersebut.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral, dorong hilirisasi berbasis riset
DPRD Subang sahkan perubahan perangkat daerah, Kang Rey soroti pentingnya riset dan layanan pemadam mandiri
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Diduga riset bodong di ISPPD 2026, periset RI ungkap dampaknya: Memalukan dan rugikan yang lain
Viral dugaan penipuan riset di konferensi internasional, bagaimana bisa lolos seleksi?
Rifaldy Fajar buka suara soal viralnya dugaan penipuan riset, akui catut nama sejumlah kampus tanpa izin: Kami mohon maaf
Menyoroti heboh dugaan pemalsuan riset di konferensi ilmiah internasional, UNY dan ITB buka suara soal status Prihantini