Ia memprediksi kemungkinan adanya gencatan senjata sementara, namun dengan risiko konflik kembali pecah kapan saja.
“Jika ketidakpercayaan masih terlalu dalam, perang bisa dimulai lagi dalam hitungan hari dengan dampak yang jauh lebih brutal,” pungkasnya.
Pada akhirnya, konflik ini tidak menghasilkan pemenang. Justru masyarakat sipil global yang harus menanggung dampak dari ketegangan berkepanjangan tersebut.***