news

Gebrakan pendidikan Subang: 238 Kepsek dilantik, Rp28 miliar digelontorkan bereskan kelas rusak

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:37 WIB
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, melantik pejabat fungsional dan kepala sekolah di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Selasa 19 Mei 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Subang menunjukkan keseriusan dalam membenahi sektor pendidikan melalui pelantikan ratusan kepala sekolah dan pengalokasian anggaran besar untuk perbaikan infrastruktur.

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dalam agenda pelantikan pejabat fungsional dan penugasan kepala sekolah yang digelar di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 pejabat fungsional resmi dilantik, sementara 238 kepala sekolah mendapat penugasan baru di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

Baca Juga: Jeritan anak petani Tulungagung viral, ungkap kasus pupuk non subsidi yang jerat ayahnya

Momentum ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas pendidikan dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana.

Fokus benahi infrastruktur sekolah

Isu utama yang disorot dalam kegiatan ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ruang kelas rusak yang masih menjadi kendala di sejumlah sekolah.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey itu menegaskan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp28 miliar untuk rehabilitasi ruang kelas yang tidak layak.

Baca Juga: Viral teror pocong di Tangerang, diduga modus kejahatan, polisi imbau warga waspada

“Rp28 miliar saya anggarkan untuk merehabilitasi ruang kelas rusak. Saya ingin di akhir masa jabatan tidak ada lagi ruang kelas SD dan SMP yang tidak layak,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kondisi ruang belajar yang aman dan nyaman menjadi faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar.

Menurutnya, siswa tidak seharusnya terganggu oleh kondisi bangunan yang bocor, panas, atau tidak memadai.

“Saya ingin anak-anak kita bisa menimba ilmu dengan aman dan nyaman tanpa harus khawatir hujan atau kepanasan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kronologi kasus curanmor yang jerat pengantin viral di Garut, bermula saat korban simpan motor dalam garasi

Halaman:

Tags

Terkini