Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, saat kejadian terdapat 12 orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut.
Namun nahas, longsor yang terjadi secara tiba-tiba membuat sebagian besar penambang tidak sempat menyelamatkan diri.
“Penambang jumlahnya 12 orang. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri, dan sembilan orang tertimpa longsor dan meninggal dunia,” jelas Rosya.
Sementara itu, tiga korban selamat dilaporkan berhasil keluar dari lokasi sebelum material longsor menimbun area penambangan.
Kronologi: Tebing 30 meter tiba-tiba ambruk
Lebih lanjut, Rosya menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat ambruknya tebing di sekitar area penambangan.
Menurutnya, terdapat tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter yang tiba-tiba runtuh dan menimpa para penambang di bawahnya.
Baca Juga: Akhir pelarian pelaku penembak Bripka Arya Supena di Lampung: Tewas dalam baku tembak dengan polisi
“Tiba-tiba ada tebing sekitar 30 meter yang longsor dan langsung menimpa lokasi penambangan,” ungkapnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 14 Mei 2026 siang, saat para penambang tengah beraktivitas seperti biasa.
Seluruh korban telah dievakuasi
Setelah kejadian, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang tertimbun material longsor.
Seluruh korban jiwa dilaporkan telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tanjung Ampalu.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.