“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada siswa dan guru yang terdampak keracunan karena makanan kami,” ujarnya.
Baca Juga: Viral LCC MPR di Kalbar, jawaban sama nilai beda: Juri disorot, MPR janji evaluasi
Alida juga menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban, termasuk menanggung biaya pengobatan dan proses observasi medis.
Distribusi dihentikan, 13 sekolah terdampak
Sebagai langkah penanganan awal, SPPG Tembok Dukuh memutuskan untuk menarik seluruh distribusi makanan ke 13 sekolah yang berada dalam wilayahnya.
Tak hanya itu, operasional dapur MBG juga dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai dilakukan.
“Kami berhenti operasional. Kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik,” kata Alida.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji sampel makanan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk memastikan penyebab pasti keracunan.
SPPG klaim sudah kantongi sertifikasi
Meski insiden ini terjadi, Alida menegaskan bahwa dapur MBG yang dikelola pihaknya telah memiliki sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
SPPG tersebut diketahui mulai beroperasi sejak 2 Februari 2026 dengan status legalitas yang disebut lengkap.
“Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami,” tandasnya.***