Syarat remisi hingga kembali ke masyarakat
Gatot menjelaskan, saat ini hanya terdapat dua napiter di Lapas Subang. Keduanya telah memenuhi indikator pembinaan sehingga dapat mengikuti ikrar sebagai bagian dari proses integrasi sosial.
“Hanya dua saja. Untuk vonis rata-rata tiga tahun, dan sesuai target kita lima bulan lebih mereka sudah bisa kita programkan untuk NKRI. Insyaallah dengan program ini mereka akan mendapat remisi Agustus dan kebebasan bersyarat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ikrar setia NKRI menjadi salah satu syarat penting bagi narapidana untuk mendapatkan hak integrasi, termasuk remisi dan pembebasan bersyarat.
Baca Juga: Subang matangkan kesiapan Pawai Tatar Sunda, angkat kisah Ranggawulung dan Nyimas Karancang
Melalui program ini, diharapkan para napiter dapat membuka lembaran baru, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.
Napiter akui menyesal dan siap jalani hidup baru
Di akhir kegiatan, kedua napiter menyampaikan pernyataan yang mencerminkan perubahan sikap setelah mengikuti program deradikalisasi.
Par alias Zul mengungkapkan bahwa ikrar tersebut lahir dari kesadaran pribadi untuk kembali ke pangkuan NKRI.
“Ini dari dalam hati kita untuk ingin kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, pasti karena itu harus nomor satu, kembali ke pangkuan Republik Indonesia. Di dalam hati kita harus niat sepenuh hati dan alhamdulillah pada hari ini sudah terlaksana proses ikrar kami,” ujarnya.
Baca Juga: Viral kontroversi LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak tuntut klarifikasi penilaian juri
Ia juga mengakui penyesalan atas tindakan yang pernah dilakukan.
“Pasti menyesal ya dan tidak akan kami ulangi lagi,” tambahnya.
Sementara itu, T alias Jordan menyampaikan keinginannya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
“Yang pertama jadi keluarga yang baik, kemudian jadi warga masyarakat yang baik dan terakhir jadi warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum. Untuk usaha nanti kita lihat di luar, karena kalau di sini angan-angan banyak banget,” ungkapnya.