Sopir hindari kerumunan warga
Pemandu wisata dalam rombongan, Yopi, mengungkapkan bahwa rem kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi setelah sekitar 10 menit perjalanan.
Baca Juga: Viral guru pengganti di Jakarta gadaikan laptop siswa, modus pinjam untuk tugas sekolah
Ia juga menyebut sopir berupaya menghindari kerumunan warga yang tengah menggelar hajatan di pinggir jalan.
“Di bawah ada orang hajatan, ada kerumunan, tapi bisa dihindari,” ujar Yopi.
“Setelah menabrak beberapa mobil, kena tiang PLN. Alhamdulillah berhenti tapi ada mobil yang penyok dan terguling,” lanjutnya.
Saat kejadian, kendaraan disebut melaju dengan kecepatan sekitar 70 kilometer per jam.
Baca Juga: 252 Siswa di Jakarta Timur diduga keracunan MBG, pangsit isi tahu disorot jadi penyebab
Polisi benarkan dugaan rem blong
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, membenarkan adanya dugaan kegagalan fungsi rem dalam insiden tersebut.
Ia juga menyebut bahwa sopir sempat berupaya menghindari kerumunan warga untuk meminimalisir korban.
Sejumlah korban luka
Akibat kecelakaan ini, enam wisatawan asal Singapura mengalami luka, yakni Salimah, Hafidzah, Tan Ai Ling, Ng Chew Lan, Nola, dan Cheang Wei Thing.
Selain itu, sopir dan kernet juga turut mengalami luka. Dari kendaraan lain yang terlibat, dilaporkan tiga orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Gus Miftah ajak perkuat toleransi dalam acara ‘Peluk Indonesia 2026’ di Bali