Selain korban yang ditemukan di lokasi kejadian, terdapat satu penumpang Bus ALS yang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD Rupit.
Baca Juga: ICCN dorong Padang jadi Kota Gastronomi Dunia UNESCO, perkuat ekosistem kuliner dan budaya
Dengan demikian, total korban tewas menjadi 18 orang, di mana 17 di antaranya meninggal di lokasi kejadian.
“18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat 17 orang,” jelas Budi.
Korban tambahan diketahui merupakan warga Tegal bernama Tahrul yang sebelumnya dirawat akibat luka serius.
16 Sampel DNA diperiksa
Dalam upaya mengungkap identitas para korban, tim DVI Polda Sumsel telah mengirimkan 16 sampel DNA ke laboratorium Mabes Polri.
Baca Juga: 32 Tim usia dini ramaikan Liga Jabar Istimewa di Subang, jadi ajang cari bibit pesepak bola
Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu paling cepat lima hari hingga dua pekan ke depan.
Berdasarkan data sementara, korban terdiri dari 13 laki-laki dewasa, tiga perempuan dewasa, serta satu korban yang diduga balita.
Namun, proses identifikasi masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk adanya kemiripan aksesori pada beberapa jenazah.
“Dari foto korban laki-laki berdasarkan ante mortem ada yang memakai kalung identik, namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan,” terang Budi.
Baca Juga: Tumpahan CPO di Jalintim Banyuasin bikin jalan licin dan lalin tersendat
Hal tersebut membuat tim belum dapat memastikan identitas korban secara pasti.
Proses identifikasi masih berlangsung