Selain itu, kondisi jalan yang minim penerangan serta kurangnya rambu peringatan juga diduga menjadi faktor pendukung kecelakaan.
“Dari 9 penumpang, 4 korban meninggal dunia, 3 korban rawat jalan, dan 2 korban dirawat di RSUD R Soejati Purwodadi Grobogan,” ujar Kumala.
Baca Juga: Kunjungan PT Taspen ke Promedia Group Bandung, bahas industri media hingga layanan pensiun
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Rombongan usai mengantar jemaah haji
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan Iptu Eko Ari Kisworo menjelaskan bahwa seluruh korban merupakan rombongan pengantar jemaah haji asal Grobogan.
Mobil tersebut diketahui baru saja kembali setelah mengantar keberangkatan haji ke Solo.
“Rombongan pengantar haji, jadi tidak ada calon haji di dalam kendaraan,” jelasnya.
Baca Juga: Kasatreskrim Polresta Banyuwangi raih penghargaan usai ungkap kasus BBM dan LPG subsidi
KAI benarkan insiden, perjalanan sempat tertunda
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan bahwa KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi sempat tertemper mobil di lokasi kejadian.
“Mobil mengangkut rombongan pengantar jamaah haji berisi 9 orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek saat melintas di lokasi tersebut,” terangnya.
Akibat insiden ini, kereta sempat melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Kradenan pada pukul 02.54 WIB untuk pemeriksaan.
“Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 02.56 WIB,” tambahnya.