Salah satunya adalah Watarisin (70 tahun), yang datang ke gedung Disaster Victim Identification (DVI) guna mencari keponakannya, Vica Acnia Pratiwi.
Baca Juga: Kesaksian penumpang KRL ungkap detik-detik tabrakan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Ia berharap mendapatkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Kabar terakhir dalam perjalanan pulang
Watarisin menuturkan bahwa kabar terakhir yang ia terima, keponakannya sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja di Jakarta menuju rumahnya di Cikarang Barat menggunakan KRL.
“Keponakan (saya) ini pulang kerja. Sejak kejadian itu belum pulang,” ungkap Watarisin di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa, 28 April 2026.
“Ditelepon juga sampai sekarang tidak diangkat,” tambahnya.
Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: 5 tewas, 79 penumpang dirawat di 9 RS
Kondisi tersebut semakin membuat keluarga cemas, terlebih korban diketahui tinggal jauh dari orang tuanya yang berada di kampung halaman.
Pencarian sudah dilakukan ke sejumlah rumah sakit
Sebelum mendatangi RS Polri Kramat Jati, keluarga korban telah berupaya mencari informasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi yang menangani korban luka.
Namun hingga saat ini, nama Vica belum ditemukan dalam daftar pasien maupun korban yang dirawat.
Situasi tersebut membuat pihak keluarga memutuskan untuk mengecek langsung ke lokasi identifikasi jenazah.
Baca Juga: Subang Plaza bakal disulap jadi ikon baru, Kang Rey dorong wajah baru pusat kota Subang
“Ini saya sama keponakan ke sini, karena orang tua di kampung,” ujar Watarisin.