“100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan,” ungkapnya.
Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: 5 tewas, 79 penumpang dirawat di 9 RS
“Proses evakuasi sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing,” tambahnya.
KNKT lakukan Investigasi penyebab
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menurunkan tim ke lokasi sejak malam kejadian.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyebutkan bahwa setidaknya tiga investigator telah berada di lapangan untuk mengumpulkan data awal.
“Sejak tadi malam 3 orang investigator kami sudah di lapangan,” ujar Soerjanto dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026.
Baca Juga: Subang Plaza bakal disulap jadi ikon baru, Kang Rey dorong wajah baru pusat kota Subang
Ia menegaskan bahwa hasil investigasi belum dapat disampaikan karena proses masih berjalan.
“Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan,” jelasnya.
Diduga dipicu insiden taksi dan gangguan sinyal
Secara terpisah, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa rangkaian kejadian diawali dari insiden KRL lain yang tertemper taksi Green SM di perlintasan JPL 85.
“Perlu disampaikan juga, kejadian ini terjadi pada jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi Green SM itu di JPL 85,” kata Bobby di lokasi kejadian pada Senin, 27 April 2026.
Selain itu, pihak KAI juga mencurigai adanya gangguan pada sistem persinyalan di area Stasiun Bekasi Timur.