Namun, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM memberikan pandangan berbeda terkait bentuk hukuman yang sebaiknya diberikan.
“Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” terangnya.
Baca Juga: Kebakaran rumah di Tanjung Duren Jakbar tewaskan 5 orang sekeluarga, diduga terjebak asap saat tidur
Menurutnya, hukuman yang bersifat edukatif akan lebih efektif dalam membentuk karakter siswa dibandingkan sekadar skorsing.
“Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan tergantung perkembangan anak itu sendiri. Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak SMAN 1 Purwakarta belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya video tersebut.***