“Wanita itu datang pada waktu siang hari, sedangkan saya sudah menunggu lama di rumah sakit,” jelasnya.
Ia juga mengaku tidak pernah dipanggil oleh petugas untuk menjemput bayinya, justru perempuan tersebut yang lebih dulu dipanggil.
Baca Juga: BP4D Subang gaspol tulis ulang sejarah, targetkan perda dan identitas daerah lebih kuat
“Tapi saya tidak dipanggil petugas, tapi wanita itu sudah dipanggil,” imbuhnya.
Menurut Nina, perempuan tersebut sempat mengaku bahwa bayinya juga hendak dipulangkan, namun kemudian batal dengan alasan kondisi kesehatan tertentu.
Kenali Bayi dari Pakaian dan Selimut
Merasa ada kejanggalan, Nina langsung memastikan identitas bayi tersebut. Ia mengaku yakin karena mengenali pakaian dan selimut yang digunakan.
“Itu anak saya. Tahu dari bajunya,” tegas Nina.
Baca Juga: Viral lapak ‘MBG’ di Tebet, branding unik mirip program pemerintah picu sorotan
“Saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” tambahnya.
Beruntung, kejadian tersebut berhasil dicegah sebelum bayinya benar-benar dibawa pergi.
Firasat ibu yang jadi penyelamat
Nina juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, ia sempat merasakan firasat tidak enak.
“Saya sudah mendapatkan firasat tidak enak di hati, seperti ada yang berbisik ‘ayo segera temui anakmu’,” tuturnya.
“Saat menemuinya, benar saja, anak saya ada di tangan orang lain, untungnya belum jauh,” lanjutnya.