Sebagian makanan disebut dikembalikan ke pihak penyedia karena tidak terdistribusi.
Jatah MBG diberikan ke wali murid lain
Dalam situasi tersebut, sejumlah wali murid memilih memberikan jatah MBG anak mereka kepada orang lain.
Baca Juga: Viral petugas klinik diduga lalai tangani lansia sesak napas, malah main game
Pemilik akun bahkan mengaku menerima banyak porsi dari siswa yang tidak mengambil makanan.
“Siapa yang mau sedekah MBG? Sini ku ambilnya,” tulisnya dalam percakapan.
Ia juga menyebut harus membawa wadah tambahan karena banyaknya makanan yang diterima.
“Akhirnya yang tidak bisa hadir dihibahkan ke saya karena beberapa wali murid rumahnya jauh,” ungkapnya.
Baca Juga: Tangis Amsal Sitepu pecah usai divonis bebas kasus dugaan mark up video desa di Medan
Harapan jadi evaluasi program
Pengunggah berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi agar distribusi MBG ke depan lebih tepat waktu.
Pasalnya, keterlambatan tidak hanya berdampak pada distribusi, tetapi juga membuat hak siswa untuk mendapatkan makanan tidak terpenuhi secara optimal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terkait keterlambatan distribusi MBG tersebut.***