Korban menyebut, driver ojol tersebut tidak mengakui kesalahan dan justru menuding dirinya mencoba melakukan pemerasan.
“Dari awal dia bersikap seolah tidak bersalah dan menuduh saya hendak memeras,” tulisnya.
Baca Juga: Wacana sekolah online April 2026 batal, pemerintah prioritaskan pembelajaran tatap muka
Padahal, korban mengaku hanya menunggu pihak keamanan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Video diduga dikirim ke grup WhatsApp
Fakta lain terungkap setelah ponsel milik driver tersebut diperiksa.
Korban mendapati video dirinya telah dikirim ke salah satu grup WhatsApp.
“Terus kenapa itu dikirim? Kalau tidak ketahuan, apa akan minta maaf?” ujarnya.
Baca Juga: Viral 2 warga Aceh ditemukan tewas dalam mobil yang masih menyala, pemudik diimbau waspada
Dalam utas yang telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali itu juga disebutkan bahwa grup tersebut berisi berbagai foto dan video tidak senonoh.
Respons Grab: Tidak Tolerir Pelecehan
Menanggapi viralnya kasus ini, pihak platform transportasi online tersebut telah menghubungi korban secara langsung.
Korban menyebut laporannya kini sedang diproses lebih lanjut.
“Pihak Grab sudah menghubungi saya secara pribadi dan akan segera diproses,” ujarnya.
Baca Juga: Viral joget di dapur MBG, SPPG Pangauban disetop sementara, Hendrik Irawan minta maaf